Halo! Sekarang aku mau ngebahas atau ngereview novel karangan Tere-liye yang judulnya hujan.
Pas banget ini lagi hujan ehehe.
P.S : Sangat tidak dianjurkan bagi yang belum baca buku ini, soalnya mengandung spoiler.
Buku ini dibuat Januari 2016 -cmiiw.
Dengan isi halaman sebanyak 320 halaman, terbagi atas 32 bab ditambah bab epilog. Tingginya hanya 20 cm, jadi buku ini hand-able banget, dan pastinya ga berat.
Buku ini berlatar waktu dimasa depan, sekitaran tahun 2030-2045 kalau tidak salah ya hehe.
Menariknya, ditahun tersebut semua teknologi udah maju banget, sampai ada jam yang didalemnya udah ada dompet dan handphone, sekalian untuk bayaran tiket bus, tiket kereta, dsb.
Tapi semuanya jadi luluh lantak gara-gara ada gunung purba vulkanik meletus yang memicu gempa berkekuatan 10 SR.
Bayangin deh, 10 SR !!
Alurnya yang maju-mundur juga buat pembaca bakal penasaran terus-menerus sama kelanjutannya.
Cara penyampaian cerita Tere-liye yang selalu bagus, biarpun menggunakan bahasa baku, tapi kesan yang ditampilkan tidak sekaku bahasanya.
Karakter yang tidak terlalu banyak, tidak akan menyulitkan kita menghapal siapa-siapa saja karakter buku ini.
Tokoh setiap karakternya juga beda-beda.
My favourite is Esok. Yes! baby, Esok. lol.
Selain dia pinter banget, dia juga penyayang, setia juga hoho, dia juga penolong, rajin, dan ga gampang nyerah.
Pokoknya pacar-able banget hehehe.
Menurutku buku ini lebih menceritakan tentang cinta, biarpun didalamnya juga menceritakan tentang persahabatan, tentang keluarga, dan semangat hidup.
Dan oh ya satu lagi, betapa lelahnya menunggu hehehe.
Buku ini bercerita tentang perempuan bernama Lail dan anak laki-laki yang dalam imajinasiku itu ganteng huahaha bernama Esok.
Ya, namanya Esok 😂😂 sebenernya namanya Soke Bahtera, tapi keluarganya memanggil dengan sebutan Esok.
Awal perjumpaan mereka pun diceritakan dengan cara yang unik, yaitu saat Lail hampir jatuh kelubang sedalam 40 m, tiba-tiba Esok menarik tas punggungnya.
Kuat banget kan:')) Well, since I adore Esok so much, I announce you guys that I fall in love so hard with Esok.
Kan ga fokus kan. Oke, balik!
Nah, sejak pertemuan itu, mereka jadi adik-kakak yang saling melindungi satu dan lainnya.
Seiring waktu perasaan cinta juga tumbuh dikeduanya.
Tapiiiii yang namanya cerita ga mungkin bahagia terus, pasti ada konfliknya.
Sebenernya, dari bab 1 sudah ada konfliknya, masa iyasih judulnya hujan, karakter utama suka hujan, tapi dia malah mau menghapus memori tentang hujan.
Buat penasaran banget kan.
Konflik selanjutnya, saat Esok diadopsi oleh Walikota, yang buat Lail dan Esok akhirnya kepisah.
Terus juga, waktu Esok harus kuliah di Ibukota, buat Lail dan Esok makin jauh.
Ya, biarpun konfliknya banyak, tetep aja endingnya membahagiakan.
Lail dan Esok menikah.
Yey!! I'm happy for you guys.
Yang buat aku tertarik baca buku ini adalah, pertama jelas sekali ya, aku sangat menyukai karangan Tere-liye.
Tulisannya selalu memuaskan.
Kedua, karena judulnya, Hujan. Aku suka hujan, jadi jelas banget kenapa aku beli novel ini.
Terus juga, aku beli buku ini dalam keadaan bekas, harganya jadi setengah harga heuheu. Resiko anak rantauan:')
Daaaann, covernya juga aku suka simpel, jelas, dan unik.
Kenapa aku bilang unik ? Soalnya di cover belakang ngga ada sinopsis seperti kebanyakan novel-novel lainnya.
Terakhir, karena aku penikmat buku. Jadi yaaa gitu deh.
Overall, penilaianku ke buku ini yaitu 5/5.
Ukuran : 5
Isi cerita : 5
Cover : 5
Baiklah, segini aja dulu review dariku. Hope you guys like it. Sorry, kalau tulisanku masih berantakan, ga sesuai kaidah penulisan dan cara penyampaian yang buruk. Cause I'm just an amateur. Dan ini adalah tulisan pertama di blog ini.
Kritik dan saran kalian sangat aku butuhkan, yang mana juga bakal berguna banget untuk aku.
Well, thank you for reading this, and love ya!
-alby.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar